RSS

Jurnal # 2 : Tiga cerita tentang pertemuan pertama yang sulit dilupakan.

09 Apr

Mmmm…mungkin memang benar bila banyak orang yang mengatakan kalau pertemuan pertama adalah momen yang paling sulit dilupakan. Yang jelas segala sesuatu yang terjadi kepada diri kita untuk pertama kali akan cenderung  lebih mudah diingat dan sulit dilupakan. Momen-momen setiap detik, setiap menit, setiap jam dimana kita mengalami kejadian  untuk pertama kalinya akan terekam lebih apik oleh otak. Atau apakah otak manusia memang dirancang untuk cenderung lebih mengingat segala sesuatu yang pertama. Bukan kedua, ketiga, atau keempat? Pada postingan kali ini aku ingin menulis tentang betapa sebuah pertemuan pertama adalah hal yang sulit terlupakan. Karena ia akan terus abadi terekam di otak kita. Mungkin hingga kita mati. Yah. Mungkin hingga kita mati..

Cerita nomer 1.

Cerita ini tentang Allan, Allan adalah teman sekelasku di III-B, dan ini adalah kisah pertemuan pertama Allan dengan anjing kesayangannya bernama Rocky.

Waktu SD Allan tidak jauh berbeda denganku. Tidak memiliki banyak teman, dan kalau ngobrol lebih sering sama bayangannya sendiri ketimbang dengan teman sebangkunya. Di kelas, Allan termasuk siswa yang biasa-biasa saja alias tidak terlalu berprestasi, nilai matematikanya gak jauh dari angka rokok dji-sam-soe (2-3-4) Satu-satunya prestasi yang Allan bisa mungkin adalah makan Indomie sambil tahan napas.

Pertemuan pertama antara Allan dengan Rocky terjadi saat ulang tahunnya yang beranjak 9 tahun. Saat itu Ayahnya membelikannya sebuah anakan anjing golden retriever berusia 5 bulan sebagai hadiah ulang tahunnya. Allan melonjak kegirangan, karena memang sebelumnya Allan sudah meminta kepada Ayahnya agar suatu saat nanti ia bisa dibelikan anak anjing.

Allan memberikan nama anjing itu Rocky. Setiap pulang sekolah Rocky selalu menyambut kepulangan Allan dengan cara berlari mengelilingi kedua kaki Allan. Seperti  Krisdayanti yang tak pernah lepas dari raul lemos. begitu juga yang terjadi antara Rocky dan Allan. Mereka tidak pernah lepas satu sama lain. Mereka selalu terlihat berdua kemana-mana. Ketika Allan sedang bersepeda santai di sore hari, Rocky selalu setia mengikutinya dari samping, Ketika Allan sedang lari pagi, Rocky selalu setia ikut berlari di sampingnya, bahkan ketika Allan sedang menonton DVD di dalam kamar, Rocky dengan setia menemani Allan untuk menonton bersama. Walau besar kemungkinan selera tontonan mereka berbeda (Misal: Allan menyukai Sinetron putri yang ditukar, sementara Rocky menyukai film seri blue’s clues)

Lambat laun Kehadiran Rocky telah menimbulkan tali persahabatan yang erat antar spesies yang berbeda. Hingga suatu petang Rocky tewas akibat terlindas oleh mobil. Allan sangat terpukul dengan kejadian ini. Bahkan ia menangis berminggu-minggu lamanya. Allan sempat tidak mau berangkat sekolah setelah kejadian itu. Jarang makan. Bahkan kedua orang tuanya setiap malam sering mendengar suara tangisan terisak-isak dari arah Kamar Allan. Ayah dan ibunya khawatir hingga memutuskan untuk membeli kembali seekor anakan anjing golden retriever yang menyerupai Rocky.  Ayah dan Ibu Allan telah sepakat untuk menamai kembali anjing itu sebagai Rocky dengan harapan Allan dapat menjalani kembali kesehariannya seperti biasa. Selalu ceria. Namun kenyataannya berbeda.

Allan tidak menamai anjing itu Rocky.

Allan menamakannya Benji.

Pernah kutanya “kenapa?”

Allan hanya mengatakan “Cukup hanya ada satu Rocky” di hatinya.

Enam tahun telah berlalu. Dan ternyata keberadaan Benji sebagai sahabat baru Allan tidak serta merta dapat melupakan sosok Rocky hilang begitu saja. Allan masih ingat setiap detail pada momen hari ulang-tahunnya yang ke-9. Saat Ayah dan Ibunya memberikan sebuah kotak berwarna hijau dengan pita merah diatasnya. Saat Allan membuka pita merah dan membuka kotak kado itu.

Untuk pertama kalinya Allan melihat ada seekor anjing golden retriever mungil berada di dalam sebuah kotak kado untuk dijadikan hadiah ulangtahunnya. Allan masih mengingat tatapan mata Rocky yang lembut saat mereka pertama kali dipertemukan. Allan masih ingat bagaimana Rocky selalu setia menunggu kepulangan dirinya dari sekolah. Saat Rocky dengan girang berlari membentuk pola lingkaran di bawah kaki Allan. Saat Rocky menemani Allan bersepeda di siang hari. Saat Rocky menemani Allan lari pagi, dan saat Rocky menemani Allan menonton DVD di kamar.

“Apakah Benji tidak bisa melakukan yang seperti Rocky biasa lakukan?” Tanyaku kepada Allan.

“Maksudmu?”

“Ya, Maksudku apakah Benji juga sering menemanimu bersepeda di taman? Lari pagi? Nonton DVD bareng di kamar?”

“Sebenarnya Benji juga melakukan hal-hal kecil seperti itu, tapi tidak serta merta Benji dapat menggantikan sosok Rocky begitu saja di hatiku.”

“Mmmm” gumamku.

“Rocky adalah anjing golden retriever pertamaku. Sekaligus sahabat setiaku yang pertama. Rocky akan selalu menjadi yang pertama di hatiku. Mungkin selamanya hingga aku mati.”

Cerita Nomer 2

Samuel, sahabat satu kelasku juga di III-B pernah menceritakan kepadaku tentang pertemuan pertamanya dengan seorang perempuan-cantik-namun-tak-dikenal-namanya di sebuah halte bus, perempuan-cantik-namun-tak-dikenal-namanya itu berusia 25 tahunan menurut Samuel bila dilihat dari fisiknya. Perempuan itu memakai kacamata frameless. Berambut panjang kehitaman dan memiliki senyum terindah yang samuel pernah lihat di halte bus.

Samuel mengatakan kepadaku kalau ia seperti melihat sosok malaikat saat bertemu dengan perempuan-cantik-namun-tak-dikenal-namanya-itu. Samuel juga yakin kalau perempuan-cantik-namun-tak-dikenal-namanya-itu kemungkin besar adalah malaikat yang jatuh dari surga karena dibuang oleh tuhan. kedua sayapnya telah dicabut oleh tuhan, dan kini malaikat itu sedang berusaha menjadi manusia normal biasa di bumi. Selepas di Bumi, perempuan-cantik-namun-tak-dikenal-namanya-itu memutuskan untuk menunggu di halte bus, bertujuan untuk mencari kos-kosan di Jakarta sambil menunggu panggilan interview pekerjaan. Aku tidak tahu apakah Samuel yang terlalu tinggi daya imajinasinya atau hal ini masuk akal Karena selama ini yang samuel sering temukan di halte bus selalu tak jauh dari nenek-nenek bau, atau mas-mas penjual rokok dengan aroma asam di ketiaknya.

Namun di halte itulah Samuel untuk pertama kalinya berani berbicara dengan sebuah makhluk yang bernama…perempuan.

Banyak yang mereka perbincangkan di halte itu, diantaranya adalah dimana Samuel bersekolah? kelas berapa? apa mata pelajaran favorit samuel? apa mata pelajaran yang tak disenangi samuel? Semua pertanyaan itu Samuel jawab dengan bersemangat. Samuel memanggil perempuan-cantik-namun-tak-dikenal-namanya-itu dengan sebutan “kakak” sementara perempuan-cantik-namun-tak-dikenal-namanya itu memanggil Samuel dengan sebutan “Dek Samuel” mereka mengobrol kurang lebih selama 10 menit. Hingga kemudian sebuah Bus tiba dan Perempuan-cantik-namun-tak-dikenal-namanya itu pamit kepada Samuel karena Bus yang telah ditungguinya dari tadi telah datang. Pertemuan singkat itu akhirnya berakhir. Malamnya Samuel berharap kalau esok pagi ia akan bertemu kembali dengan kakak-perempuan-cantik-namun-tak-dikenal-namanya itu di halte bus. agar mereka kembali bisa mengobrol, dan saling tertawa. Walau hanya sebatas 10 menit. Satu hal yang selalu menjadi tanda tanya adalah siapa nama perempuan itu. oleh karena itu Samuel berencana untuk menanyakan namanya di halte bus pada pertemuan esok.

Namun keesokannya Samuel tidak mendapati kakak-perempuan-cantik-namun-tak-dikenal-namanya itu lagi di halte bus. Samuel sengaja menunggu kedatangannya. 10 menit. 20 menit. 30 menit. Hingga tidak terasa dua jam telah berlalu dan hari ternyata semakin sore. Kakak-perempuan-cantik-namun-tak-dikenal-namanya itu tidak muncul di halte pada hari itu. juga pada keesokan harinya. Dan keesokan harinya. Dan Samuel hingga saat ini tidak pernah kembali melihat keberadaan perempuan itu di halte.

Dan itu adalah kisah pertemuan pertama Samuel dengan perempuan-cantik-namun-tak-dikenal-namanya itu di sebuah halte bus. pertemuan pertama yang tak akan Samuel lupakan. Mungkin hingga ia mati.

Cerita nomer 3.

Cerita nomer 3 kali ini adalah pertemuan pertama antara cowok-berkaca-mata-tebal dengan cewek-cantik-berbaju-merah-jambu-south-park

Cowok-berkaca-mata-tebal masih ingat bagaimana hari sabtu siang untuk pertama kalinya ia dan mamanya pergi ke sekolah guna melihat keberadaan kelas. Cowok-berkaca-mata-tebal dan mamanya sibuk mengecek daftar list nama para murid yang tertempel di masing-masing depan pintu ruang kelas. Kelas I memiliki lima ruang kelas. Yaitu I-A hingga I-E. Begitu juga dengan kelas II dan III. Saat itu kedua mata Cowok-berkaca-mata-tebal tengah sibuk memerhatikan nama demi nama yang terpampang pada pintu kelas I-B. Belum selesai Cowok-berkaca-mata-tebal membaca satu-persatu calon nama murid yang akan ditempatkan dikelas itu. tiba-tiba ia merasakan ada seseorang yang berdiri di belakang dan ikut melihat daftar nama-nama siswa di pintu kelas I-B. Cowok-berkaca-mata-tebal menengok ke belakang dan mendapati sosok cewek-cantik-berbaju-merah-jambu-south-park

cewek-cantik-berbaju-merah-jambu-south-park: “Akhirnya aku menemukan kalau kelasku disini”

Cowok-berkaca-mata-tebal:  *Masih sibuk mencari nama di daftar list sambil berdoa supaya bisa sekelas dengan perempuan manis di belakangku ini*

Cewek-cantik-berbaju-merah-jambu-south-park: “Hey, apa namamu juga ada di kelas ini?”

Cowok-berkaca-mata-tebal : “Mmmm..sepertinya enggak ada”

cewek-cantik-berbaju-merah-jambu-south-park: “Sudah cari namamu di kelas sebelah juga”

Cowok-berkaca-mata-tebal : “Belum. Baru kelas ini saja yang aku periksa daftar nama listnya”

Cewek-cantik-berbaju-merah-jambu-south-park : “Mau aku bantuin untuk menemukan namamu di kelas sebelah?”

Cowok-berkaca-mata-tebal : “Oh, gak usah. Nih aku lagi mau mencarinya di kelas sebelah”

Cewek-cantik-berbaju-merah-jambu-south-park : “Mudah-mudahan namamu ada di kelas sebelah, supaya nanti kita bisa ngobrol banyak. Karena kamu adalah teman pertama yang kukenal di sekolah ini”

Cowok-berkaca-mata-tebal : “O, Okay. Oh ya namamu siapa?”

Cewek-cantik-berbaju-merah-jambu-south-park: “ Monik Aleksander. Panggil aja aku Monik.”

Cowok-berkaca-mata-tebal : “Namaku CK”



Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on April 9, 2011 in The Journal

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: